Sejumlah kendaraan berat menimbun pantai Teluk Palu untuk pengembangan kawasan wisata di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (14/1).

Investasi ke Indonesia Timur Diharapkan Terus Didorong

(Berita Daerah – Nasional) Pemerintah pusat diminta agar mendorong investasi baru, baik oleh investor domestik maupun asing, ke wilayah Indonesia bagian timur. Dorongan investasi ke Indonesia timur penting antara lain agar tercipta pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Selama ini, perekonomian selalu didominasi oleh Pulau Jawa yang selalu berada di atas angka 50 persen dari total perekonomian nasional.

Berdasarkan data BPS periode triwulan III-2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia atau Produk Domestik Bruto (PDB) secara kumulatif mencapai level 5,83 persen dibandingkan periode yang sama 2012.

Berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2013 mencapai Rp 2.375,3 triliun, di mana kontribusi Pulau Jawa pada triwulan III-2013 itu mencapai 58,2 persen. Artinya, perekonomian di Pulau Jawa pada periode itu mencapai angka Rp 1.382,4 triliun.

Sementara di perekonomian di wilayah timur hanya berkisar dibawah 10 persen untuk wilayah Kalimantan, dan di bawah 5 persen untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Padahal, peluang investasi di Timur Indonesia sangat besar, terutama dari sisi sumber daya alam (SDA).

Masih sedikitnya investor yang mau berinvestasi ke Indonesia timur selain masalah infrastruktur yang belum memadai, juga ditambah berbagai permasalahan lainnya seperti belum adanya dukungan penuh pemerintah yang menarik minat investor bergeser ke kawasan tersebut.

Seharusnya pemerintah mendorong dengan kuat investasi baru untuk bergeser ke Indonesia timur, sehingga tercipta pemerataan industri di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, realisasi sektor investasi tahun 2014 ini diperkirakan akan makin meningkat atau melebihi realisasi sepanjang tahun 2013 yang tercatat mencapai Rp398,6 triliun. Dengan kondisi global membaik, apalagi nanti pemilu lancar, diyakini pertumbuhan investasi akan kencang lagi.

Realisasi penanaman modal asing maupun dalam negeri yang membaik pada 2013 merupakan momentum baik bagi pemerintah untuk mendorong realisasi proyek lebih tinggi dari investor dalam negeri tahun ini.

Sumber investasi pada tahun 2013 bukan hanya dari asing, tapi juga berasal dari dalam negeri. Itu berarti Indonesia bisa menggiatkan dana menganggur dalam negeri untuk investasi dan menambah pengusaha dalam negeri.

Selain itu, keseluruhan nilai investasi yang melebihi target pada 2013 berarti memperlihatkan adanya peningkatan jumlah tenaga kerja yang bermanfaat untuk menggerakkan sektor perekonomian nasional.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada 2013 sebesar Rp398,6 triliun atau melebihi target penanaman modal asing maupun dalam negeri yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp390 triliun.

Dari realisasi sebesar Rp398,6 triliun tersebut, sebanyak Rp128,2 triliun berasal dari penanaman modal dalam negeri, yang mengalami peningkatan 39 persen dari angka realisasi investasi dalam negeri 2012 sebesar Rp92,2 triliun.

Sedangkan, realisasi penanaman modal asing pada periode Januari-Desember 2013 tercatat mencapai Rp270,4 triliun, atau mengalami peningkatan 22,4 persen dari angka realisasi investasi asing 2012 sebesar Rp221 triliun.

Realisasi investasi yang cenderung meningkat sejak 2010 tersebut menunjukkan makin tingginya minat investor, baik investor domestik maupun investor asing, untuk menanamkan modal di Indonesia.

(et/EA/BD)

Pic: ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>