Perajin menyelesaikan pembuatan boneka country berbahan kain di sebuah industri rumahan di Tanggulangin, Sidoarjo, Jatim, Senin (11/2).

Kesuksesan Program Kewirausahaan Terhambat Masalah Koordinasi

(Berita Daerah – Nasional) Masalah koordinasi dinilai menjadi faktor utama yang menghambat kesuksesan program penumbuhan wirausaha baru di Indonesia. Akibatnya, hampir semua kementerian dan lembaga mempunyai program kewirausahaan, tapi tidak sinergis.

Setiap tahunnya negara menyalurkan dana untuk anggaran program kewirausahaan pada setidaknya 17 kementerian dan lembaga. Belasan kementerian dan lembaga itu mengembangkan program penumbuhan wirausaha baru, tetapi tidak terintegrasi satu sama lain.

Karena tidak terkoordinasi, akhirnya outcome menjadi tidak jelas bahkan nyaris tidak ada. Oleh karena itu, program penumbuhan kewirausahaan diharapkan agar diskemakan dengan lebih baik, misalnya, dengan menunjuk satu kementerian sebagai koordinator dan pelaksana program.

Bahkan, idealnya semua program yang terkait dengan kewirausahaan harus terkoordinasi dalam satu siste, agar pelaksanaannya benar-benar sukses di lapangan.

Contohnya, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membentuk training center yang dilengkapi dengan modul dan trainer yang telah memiliki standar khusus.

Setelah itu baru lembaga pembiayaan masuk, CSR atau PKBL BUMN dikumpulkan menjadi satu. Sampai sekarang hal ini belum pernah dijalankan. Jika hal itu telah tersedia, maka sistem penumbuhan wirausaha baru bisa berjalan dengan baik.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan keseriusan dalam mengembangkan wirausaha kreatif melalui Pusat Kreatif Digital yang telah dikembangkan. Kemenparekraf bersama empat kementerian lain di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian siap mendukung program pengembangan wirausaha kreatif.

Pada tahun 2013 yang lalu, Kemenparekraf telah mendukung upaya pengembangan wirausaha kreatif di antaranya memfasilitasi 25 tim digitalpreneur dengan venture capital, angel investor, Kadin, perusahaan dalam dan luar negeri, serta inkubator bisnis.

Selanjutnya dua tim digitalpreneur menerima investasi dari venture capital dan angel investor, empat tim di antaranya juga menerima mentorship dari venture capital, angel investor, dan content provider, serta dua tim lainnya direkomendasikan untuk masuk Inkubator Bisnis Merah Putih.

Di samping itu, sebanyak delapan tim digitalpreneur menjajaki kerja sama dengan Kadin dan content provider serta 39 karya difasilitasi untuk pendaftaran HAKI.

Ke depan, Kemenparekraf akan mendukung berbagai program penumbuhan wirausaha baru terutama dari sisi capacity building. Kemenparekraf akan diperkuat program capacity building, salah satunya untuk pelaku industri fesyen.

Sebagian kalangan menilai bahwa ekonomi kreatif akan menjadi trend ekonomi dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Anggapan tersebut ada benarnya apabila melihat situasi sekarang di mana terjadi stagnasi pertumbuhan ekonomi dan degradasi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Kondisi yang mendorong seluruh dunia untuk lebih mengedepankan kreativitas dalam berkehidupan ekonomi yang memaksimalkan nilai tambah dari suatu produk barang dan jasa dalam rangka keberlanjutan kehidupan dan peradaban manusia.

Dalam menyikapi fenomena tersebut, Indonesia juga tidak ingin ketinggalan dalam memanfaatkan potensinya di bidang ekonomi kreatif.

Dukungan pemerintah untuk sektor ini telah diwujudkan salah satunya melalui intruksi Presiden No. 6 Tahun 2009 (Inpres 6/2009) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Instruksi yang mengkoordinir seluruh struktur pemerintahan yang ada untuk secara bersama-sama menyusun dan melaksanakan rencana aksi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Pemerintah sendiri menargetkan sampai tutup tahun ini jumlah wirausahawan di Indonesia akan mencapai minimal dua persen dari seluruh populasi penduduk yang ada. Sampai saat ini tercatat jumlah wirausaha di Tanah Air berjumlah 1,54 persen dari total populasi penduduk.

(et/EA/BD)

Pic: ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>