Raker-Pelaksanaan-APBN-190214-AGR-1

Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Jadi Fokus Kaltim

(Berita Daerah – Kalimantan) Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Armida Salsiah Alisjahbana, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang fokus menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018 untuk peningkatan ekonomi kerakyatan.

Program-program Kaltim lebih fokus pada peningkatan ekonomi berbasis agroindustri pertanian dalam arti luas dan energi. Kini, hasil pembangunan di daerah ini sudah terlihat.

Contoh hasil pembangunan di Kaltim, antara lain pengembangan Bandara Internasional Sepinggan di Balikpapan. Selain itu Pelabuhan Peti Kemas Kariangau, infrastruktur untuk pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional Maloy di Kutai Timur termasuk jalan tol. Diharapkan lima tahun ke depan semua bisa diselesaikan.

Suksesnya pembangunan itu diantaranya karena eksistensi program Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menjadi salah satu strategi pembangunan nasional. Melalui program MP3EI, pembangunan yang dilakukan daerah tidak hanya berasal dari alokasi anggaran APBD dan APBN, tetapi juga melalui BUMN serta swasta.

Ke depannya, melalui program MP3EI, BUMN diharapkan bisa konsisten sehingga perkembangan pembangunan di daerah ini juga terus meningkat

RPJMN dan RPJMD di Kaltim sudah selaras, karena mulai keunggulan kompetitif ekonomi sudah berjalan, kemudian sumber daya alam yang bernilai tambah juga sudah berjalan dan SDM berkualitas juga telah terlaksana.

Untuk peningkatan ekonomi yang tinggi, seperti dilakukan Kaltim, maka perlu kualitas SDM yang tinggi dan itu telah dilakukan Pemprov, diantaranya melalui program beasiswa bagi seluruh putra-putri di daerah.

Melihat kondisi pertumbuhan penduduk dan ekonomi Kaltim yang kian meningkat. Apalagi, di jalan dari Balikpapan menuju Samarinda melalui jalur darat, ternyata efektivitas arus lalu lintas sangat tinggi.

Pembangunan tol di Kaltim diperlukan. Karena itu, untuk mewujudkan pembangunan tersebut, maka perlu kerja sama antara Pemprov Kaltim, pemerintah pusat, dan BUMN serta swasta.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengusulkan sejumlah program prioritas pembangunan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan 2014. Usulan prioritas tersebut meliputi tiga hal, yakni infrastruktur (konektivitas), pemenuhan energi, dan ketahanan pangan yang akan dilaksanakan pada 2015.

Usulan dana program atau kegiatan prioritas dari Pemprov Kaltim, yakni sebesar Rp20,903 triliun dari total usulan Kalimantan Rp54,626 triliun. Adapun rincian usulan Pemprov Kaltim terdiri atas konektivitas (Rp11,620 triliun), energi (Rp9,128 triliun) dan ketahanan pangan (Rp155,80 miliar).

Usulan program dari Pemprov masih menjadi satu dengan Kalimantan Utara yang baru bergabung dalam Forum Kerjasama Revitalisasi Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK). Usulan tersebut merupakan lanjutan dari hasil evaluasi usulan untuk 2014.

Program ini disesuaikan dengan tantangan dan permasalahan yang dihadapi Kaltim, yaitu rendahnya konektivitas intrawilayah, rendahnya akses terhadap sumber energi, kuota BBM dan ketersediaan listrik, serta ketersediaan pangan (beras). Di samping itu juga upaya Kaltim untuk mengembangkan sektor industri, khususnya hilirisasi produk sumber daya alam yang dimiliki daerah.

 

Eronu Telaumbanua/VM/BD-ant

Editor: Eni Ariyanti

Pic: ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>