Kelompok barzanji melakukan doa syukuran di atas pesawat Celebes Air saat peluncuran perdana pesawat Celebes Air Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulsel, Senin (10/3)

Sulawesi Tengah Masih Butuhkan Bandara Perintis

(Berita Daerah – Sulawesi) Sulawesi Tengah masih membutuhkan bandar udara perintis guna lebih menghubungkan antardaerah di provinsi ini. Adalah sesuatu yang tidak mungkin jika ingin potensi daerah dimajukan tanpa ada bandara.

Saat ini bandar udara perintis baru sudah terdapat di Kabupaten Banggai, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Tolitoli. Masih beberapa daerah lagi yang perlu dibangun.

Saat ini bandara di Kabupaten Tojo Una-Una sedang dalam proses penyelesaian. Bandara yang berada di Kecamatan Ampana itu memiliki panjang landas pacu 1.800 meter dan lebar 30 meter. Bandara tersebut memang di atas bandara perintis karena memang dipersiapkan untuk melayani wisatawan.

Kabupaten Banggai Laut juga harus memiliki bandara perintis karena banyak terdapat pulau-pulau yang harus dihubungkan dan untuk mempercepat pembangunan di kabupaten hasil pemekaran yang belum berusia satu tahun itu.

Sementara itu, sebuah pembangunan bandara di Toupa, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, juga sedang disiapkan.

Pemerintah kabupaten setempat juga sudah menyediakan lahan sekitar 500 hektare. Apabila prosesnya lancar, pembangunannya akan selesai sekitar dua tahun, dan pemerintah harus terus mendukungnya.

Kehadiran bandara perintis bisa meningkatkan perekonomian serta merangsang pertumbuhan pembangunan dan pariwisata di daerah terisolasi.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan saat ini terus mendorong dibukanya jalur perintis dengan berbagai moda transportasi untuk meningkatkan konektivitas dan penghubung menuju daerah terpencil yang terdapat di berbagai pelosok di Indonesia.

Menteri Perhubungan, E.E. Mangindaan, menyatakan bahwa salah satu yang terus secara konsisten dilakukan Pemerintah di bidang infrastruktur untuk mendukung konektivitas di daerah-daerah terpencil adalah penyelenggaraan transportasi perintis.

Contohnya, di subsektor perhubungan darat pada tahun 2013 telah ditetapkan subsidi angkutan perintis jalan sebanyak 188 trayek di 25 provinsi dan pengadaan bus perintis perintis sebanyak 60 unit.

Jumlah tersebut merupakan peningkatan dibandingkan dengan tahun 2012 yang tercatat subsidi perintis jalan adalah untuk 169 trayek, sedangkan untuk pengadaan bus perintis pada tahun 2012 lebih banyak yaitu sebanyak 65 unit.

Sementara untuk angkutan penyeberangan pada tahun 2013, pemerintah menyelenggarakan subsidi pada 169 lintasan, di mana terdapat peningkatan pula dibanding tahun 2012 yang tercatat sebanyak 135 lintasan.

Penyelenggaraan subsidi keperintisan merupakan kewajiban Pemerintah untuk melayani masyarakat di wilayah-wilayah terpencil agar mereka tetap memiliki aksesibiltas terhadap pelayanan transportasi.

Sementara di subsektor angkutan udara, pemerintah juga berkewajiban untuk menyelenggarakan angkutan perintis untuk daerah-daerah tertinggal. Pemerintah telah memberikan pelayanan kepada publik berupa angkutan udara perintis untuk membangun perekonomian, merangsang pertumbuhan pembangunan, dan pariwisata di daerah-daerah yang terpencil atau terisolasi tersebut.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2013 terjadi peningkatan jumlah rute angkutan udara perintis yaitu 138 rute di 20 provinsi dengan nilai subsidi senilai lebih kurang Rp275,3 miliar dibandingkan pada tahun 2012 sebanyak 130 rute di 19 provinsi dengan nilai subsidi sebesar Rp279,2 miliar.

Eronu Telaumbanua/VM/BD-ant
Editor: Eni Ariyanti

Pic: ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>