20130425Bahan-Bakar-Alternatif-Bioetanol-250413-SA-3

Kalimantan Timur Siap Kembangkan Bioetanol

(Berita Daerah – Kalimantan) Bioetanol terus didengungkan oleh pemerintah sebagai salah satu energi alternatif fosil yang kian lama kian menepis cadangannya di Indonesia. Bioetanol juga diklaim sebagai salah satu sumber energi yang lebih ramah lingkungan karena berasal dari tumbuhan kelapa sawit yang banyak di temui di Indonesia. Berbagai daerah di Indonesia mulai berpikir untuk dapat mengembangkan perkebunan kelapa sawit sebagai sumber pembuatan bioetanol.

Salah satu provinsi yang menyatakan kesiapannya untuk bisa mengembangkan bioetanol adalah Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai sukup potensial karena memiliki banyak lahan terbengkalai bekas pertambangan yang masih bisa dimanfaatkan untuk pengembangan bioetanol.

Hal ini ditegaskan juga oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur Dahri Yasin yang mengatakan bahwa Kalimantan Timur sangat berpeluang dalam proses pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Untuk itu pemerintah harus bisa mendukung rencana pengembangan sumber energi alternatif tersebut dengan menyediakan regulasi pendukung serta pembangunan infrastruktur yang memadai.

Proyek bioetanol sebagai sumber energi alternatif yang diolah dari tumbuhan itu telah dicanangkan oleh Pemprov Kalimantan Timur dan hingga kini telah bergaung di dalam pemerintahan serta menjadi perhatian masyarakat. Hal ini disebabkan dengan makin terbatasnya sumber-sumber daya alam yang terdapat di Kalimantan Timur.

Energi alternatif seperti bioetanol ini diharapkan dapat menjadi sebuah solusi dari permasalahan kian terbatasnya sumber daya alam yang ada di Kalimantan Timur. Selain itu juga dengan pengembangan bioetanol di Kalimantan Timur ini bisa memberikan alternatif lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang berada di wilayah tersebut.

Oleh karena ini perlu pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung pengembangan proyek bioetanol serta harus mendapat dukungan dari masyarakat Kalimantan Timur. Selain itu perlu adanya regulasi yang mendukung serta suatu badan hukum yang dapat mengelola pengembangan bioetanol meskipun presentasi masyarakat petani di Kalimantan Timur masih tergolong kecil.

Menurut Dahri Yasin Kalimantan Timur siap menyambut proyek pengembangan bioetanol terutama dari segi lahan pengembangan proyek. Sedangkan untuk tenaga kerja dapat didatangkan dari luar Kalimantan Timur seperti dari wilayah Jawa dan Sulawesi. Hal tersebut dikarenakan masyarakat Kalimantan TImur belum dimungkinkan jika secara perorangan melaksanakan proyek tersebut.

Untuk itu perlu adanya suatu lembaga atau badan usaha yang diberi kepercayaan dalam menjalankan proyek pengembangan bioetanol tersebut sehingga nantinya dapat menghimpun kelompok-kelompok masyarakat  dalam bentuk koperasi. Inilah yang nantinya akan terbentuk kelompok sebagai sumber bahan baku yang tentunya harus memperoleh kemudahan izin usaha dan lokasi.

Pemerintah dan masyarakat setempat harus bisa memberikan dukungan terhadap proyek pengembangan bioetanol ini karena menjadi salah satu sumber energi alternatif pengganti energi fosil yang semakin menipis keberadaaannya. Lahan-lahan terbengkalai yang banyak di Kalimantan Timur itu juga nantinya bisa menjadi produktif dan dapat dimanfaatkan serta bisa menjadi peluang tercipatanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Produk bioetanol Indonesia sendiri sangat diminati oleh negara-negara lain karena berasal dari tumbuhan sehingga menjadi energi yang lebih ramah lingkungan. Bioetanol juga dapat menjadi komoditas ekspor andalan bagi Indonesia untuk kedepannya mengingat pemerintah Indonesia ingin terus menambah jumlah produksi kelapa sawit sebagai sumber pembuatan bioetanol.

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD
Editor : Eni Ariyanti
image: ant