




Foto: bd - dtc
(Berita Daerah - Balnustra), Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bali dan Nusa Tenggara Timur, akan melaporkan implementasi program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau MP3EI Koridor V kepada Presiden dalam rapat terbatas di Mataram, 18 Mei 2012.
"Sesuai rencana, Bapak Presiden yang akan memimpin rapat terbatas MP3EI di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (18/5) siang, dan tiga gubernur akan melaporkan perkembangan implementasi MP3EI itu," kata Kabag Humas dan Protokoler Setda Nusa Tenggara Barat (NTB) Tri Budiprayitno, di Mataram, Kamis.
Sesuai rencana yang diungkapkan dalam beberapa kali rapat koordinasi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan singgah di NTB sebelum ke Timor Leste guna menghadiri pelantikan Presiden Timor Leste terpilih Jose Maria de Vasconcelos, atau lebih dikenal sebagai Taur Matan Ruak.
Pelantikan Presiden Timor Leste itu dijadwalkan 20 Mei 2012, namun Presiden Yudhoyono akan bertolak dari Jakarta pada Jumat (18/5) pagi menuju NTB dan baru akan bertolak Ke Timor Leste pada Sabtu (19/5).
Dijadwalkan, Presiden Yudhoyono dan rombongan tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) pukul 10.20 Wita, dan akan melaksanakan Salat Jumat di Masjid Raya At-Taqwa Mataram.
Rapat terbatas dengan agenda evaluasi implementasi program MP3EI itu dijadwalkan pukul 14.00 Wita atau setelah Salat Jumat.
Presiden akan didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Koordinator (Menko) Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan sejumlah Menteri Kebinet Indonesia Bersatu (KIB) II lainnya.
Usai rapat terbatas, akan digelar pertemuan internal Partai Demokrat hingga Presiden bermalam di Pendopo Gubernur NTB.
Tri mengatakan, dalam MP3EI, NTB berada dalam koridor yang sama dengan Provinsi Bali dan NTT yang memprioritaskan pembangunan di bidang pariwisata dan pangan.
"Laporan Gubernur NTB, Bali dan NTT tentu mengacu pada naskah direktif Presiden dalam mengimplementasikan MP3EI, yakni harus ada upaya mempercepat kesiapan pembangunan daerah antara lain infrastruktur dalam tiga tahun ke depan, dan harus memberikan hasil nyata," ujarnya.
Khusus untuk NTB, dituntut untuk menyusun rencana yang lebih pasti mengenai investor yang dapat mendanai pengembangan daerah, dan memenuhi "timeline" pembangunan fisik terowongan guna memenuhi ketersediaan sumber daya air, agar dapat diresmikan oleh Presiden pada akhir 2012.
Seperti provinsi lain, NTB juga dituntut untuk menindaklanjuti biota laut spon dan vorivera yang diperkirakan dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS, dan kajian cepat mengenai kemungkinan Provinsi NTB menyelenggarakan even berskala internasional, dan menetapkan kawasan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Nasional (Parnas).
Dari direktif Presiden terkait implementasi MP3EI itu, Pemprov NTB kemudian menyusun strategi pengembangan SDM dan iptek sesuai keunggulan koridor V MP3EI (mencakup wilayah NTB, Bali dan NTT).
Strategi pengembangan di sektor perikanan, antara lain pendirian pusat pelatihan nelayan dan pengadaan program sertifikasi, pengembangan bibit unggul dan teknologi penangkapan ikan, dan pemberian pendampingan pada UKM perikanan untuk meningkatkan pengetahuan pengolahan yang memiliki nilai tambah tinggi serta pemberian skema mikro kredit PNPM Mandiri melalui koperasi nelayan.
Selain itu, penjalinan kerjasama dengan lembaga penelitian dan Universitas setempat untuk pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan bernilai jual lebih tinggi, penjalinan kerjasama dengan lembaga penelitian dan Universitas setempat untuk pengembangan teknologi budidaya garam agar tidak tergantung pada cuaca.
Strategi lainnya yakni pendirian pusat pelatihan budidaya garam dengan skala layanan kabupaten untuk diseminasi teknik dan kemungkinan integrasi penggunaan lahan tambak garam dan budidaya perikanan.
Sementara itu, strategi di sektor kelautan berupa riset tentang budidaya perikanan, riset pemetaan lokasi dan bibit rumput laut kualitas unggul, riset mengenai spoon poleivera, perkuatan SDM dan kelembagaan "seaweed center", pengembangan "biorock" pada kawasan wisata alam laut, dan pengembangan SDM untuk kemitraan usaha klaster rumput laut.
Sedangkan strategi di sektor peternakan berupa menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun dengan teknologi pakan murah untuk pemenuhan kebutuhan daging lokal dari produksi dalam negeri, dan mengadakan pelatihan dan pendampingan kelompok peternak dalam rangka penerapan program "Good Breeding Practice".
Selain itu, pengembangan teknologi untuk perbaikan mutu bakalan melalui inseminasi buatan, embrio transfer atau rekayasa genetika dalam waktu panjang.
Strategi di sektor pariwisata antara lain berupa pembangunan SDM Politeknik Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pengembangan iptek bidang penataan, pengelolaan dan pemantauan lingkungan dan kawasan wisata.
(wsh/WSH/bd - ant)