




Foto: bd - ant
(Berita Daerah - Jakarta), Kementerian Kelautan dan Perikanan optimistis mampu mencapai 20 juta hektare kawasan konservasi laut pada 2012.
"Optimisasi itu diyakini tercapai terkait antara lain kerja sama Indonesia - Amerika Serikat terus ditingkatkan secara aktif dengan melibatkan unit teknis terkait demi melaksanakan program kerja 'Indonesia Marine and Climate Support' (IMACS) yang telah memasuki tahap implementasi," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo dalam siaran persnya diterima ANTARA di Padang, Rabu.
Keterangan pers tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi Indra Sakti. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo mengungkapkan hal ini saat menerima kunjungan Kerrri Ann Jones, Assistant Secretary of State for Ocean, Environment, Scientific Affairs dari Amerika Serikat di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu.
Langkah nyata kerja sama ini diwujudkan dalam upaya merespon tantangan dan tindakan pencegahaan terkait kerusakan lingkungan, mitigasi bencana pesisir, pengelolaan perikanan yang berkelanjutan serta adaptasi terhadap perubahan iklim.
Menurut Sharif, IMACS merupakan sebuah program bantuan hibah dari USAID sebagai perwujudan kerja sama bilateral RI-AS. Berbagai bentuk kerja sama lainnya terus ditingkatkan antara lain kerja sama dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Marine Protected Area Governance (MPAG) dan Joint Commission Meeting (JCM) on Science and Technology.
Seiring dengan itu, Program Kawasan Konservasi Laut (Marine Protected Area/MPA) diharapkan dapat mendukung komitmen Indonesia dalam mengembangkan kawasan konservasi laut seluas 20 juta hektar pada tahun 2020, melalui pengelolaan secara efektif dan berkelanjutan dengan mengembangkan sistem kawasan konservasi perairan nasional.
"Program Konservasi Laut Government (MPAG) merupakan program lanjutan dari Coral Triangle Support Program (CTSP) - Indonesia yang bertujuan untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mencapai komitmen 20 juta hektar kawasan konservasi laut (MPA) hingga tahun 2020, serta tercapainya pengelolaan MPA yang efektif di Indonesia," kata Sharif.
Program MPAG yang berlangsung selama tiga tahun (2012-2015) akan dikawal oleh lima konsorsium LSM yaitu Conservation Indonesia (CI), The Nature Conservancy (TNC), World Wildlife Fund (WWF), Coral Triangle Center (CTC) dan Wildlife Conservation Society (WCS) sehingga dapat bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.
Program MPAG memiliki tiga komponen penting yakni pembentukan sistem program Daerah Laut Dilindungi MPA nasional, pengelolaan MPA secara efektif pada wilayah-wilayah terpilih serta assessment sistem pengelolaan keuangan pemerintah terkait penerimaan hibah asing.
Sebagai upaya tindak lanjut dalam persiapannya, maka KKP akan mengkordinasikan sosialisasi MPA di lingkungan KKP yang didukung rencana official launch program MPA dengan pihak-pihak terkait. Rencananya, Program MPA akan diluncurkan secara resmi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada pertengahan tahun 2012.
Sharif menyatakan, Program MPA sejalan dengan upaya KKP dalam perbaikan dan pengelolaan kawasan konservasi laut (MPA) untuk melindungi keanekaragaman hayati dan produksi perikanan.
Sebagai bagian dari MRP USAID, MPAG bekerja sama dengan IMACS dan NOAA dalam kegiatan integrasi MPA dengan perikanan berkelanjutan melalui penetapan indikator Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), dan pembangunan kapasitas Sumber Daya Manusia.
Indonesia mendapat bantuan dana hibah dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui lembaga milik AS yang bergerak di bidang pembangunan internasional, (USAID) senilai US$ 800 ribu untuk kerjasama penelitian AS-Imdomesia dalam rangka memelihara keanekaragaman hayati laut dan lingkungan.
Tak hanya itu, KKP secara aktif menjalin kerja sama untuk mengkoordinasikan langkah strategis dengan NOAA perihal tindak lanjut rencana kerja sama penelitian blue carbon, kelanjutan penelitan INDEX Halmahera, capacity building and training in beta analysis, technical expert assistance, dan Joint Corridor Exhange.
Hal ini terkait dalam pengembangan ilmu pengetahuan,Monitoring, Controlling and Surveillance, Developing Capacity in Stock Assessment, danMarketing.
Tak kalah pentingnya, KKP-NOAA akan melakukan pembaharuan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan berakhir pada bulan September 2012.
(wsh/WSH/bd - ant)