




Foto:bd-ant
(Berita Daerah-Sumatera) Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan optimistis, percepatan pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol di Sumatera yang membentang dari Lampung hingga Aceh, bakal menjadikan kawasan ini tumbuh sangat dinamis sehingga mampu mengalahkan kemajuan di Jawa.
Ia mengatakan itu di hadapan para gubernur se-Sumatera, termasuk Gubernur Riau (Gubri), HM Rusli Zainal, yang berkumpul di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, demikian siaran pers Humas Pemprov Riau yang diterima di Pekanbaru.
Pertemuan yang dipimpin langsung Dahlan Iskan tersebut membahas sejumlah isu pembangunan infrastruktur, khususnya percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera.
"Saya sangat menghargai semangat dari bapak-bapak gubernur ini. Saya yakin, ini bisa segera kita wujudkan. Dan kalau ini jadi, maka Jawa akan kalah," tegasnya memberikan motivasi.
Dahlan menambahkan, masih begitu besar potensi kekayaan alam sekaligus sangat banyak tanah yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai proyek infrastruktur, termasuk jalan tol di Pulau Sumatera.
Semua ini, menurutnya, pada akhirnya nanti akan memacu pembangunan ekonomi di kawasan ini.
Dahlan datang ke pertemuan itu dengan membawa Deputi Kementerian BUMN Bidang Infrastruktur Sumaryanto, Dirut Jasa Marga, Adityawarman dan Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Abdul Hadi.
Tidak Mencaplok PU
Dahlan Iskan menegaskan, dirinya bukan berarti ingin mencaplok kerja Menteri Pekerjaan Umum.
"Hanya, karena rencana pembangunan jalan tol ini akan dilakukan bersama PT Jasa Marga yang kebetulan berada di bawah kekuasaan Menteri BUMN, sehingga saya datang," katanya.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, disepakati beberapa butir (kesepakatan) penting.
"Poin-poin ini penting, karena saya tidak ingin pertemuan ini hanya sekedar wacana, tapi harus menghasilkan sesuatu yang pasti," tegasnya.
Butir pertama dari kesepakatan itu, ialah, jalan tol di Sumatera mutlak dipercepat pembangunannya.
Kedua, secara finansial jalan tol belum layak, tapi dari dimensi ekonomis sangat layak.
Ketiga, kawasan terbesar mengambil manfaat jalan tol ialah wilayah yang dilewati, bukan perusahaan jalan tolnya.
Keempat, disepakati membentuk konsorsium antara PT Jasa Marga dengan masing-masing provinsi, kabupaten maupun kota yang bersangkutan (dilewati jalan tol).
Kelima, konsorsium terbuka untuk perusahaan BUMN lainnya dan swasta.
Keenam, peran masing-masing provinsi dalam konsorsium tersebut, yakni: perizinan termasuk Amdal, pencadangan kawasan ekonomi, pembebasan lahan dan setoran penyertaan saham.
"Saham ini nanti kita sesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah," ujarnya.
Riau Paling Siap
Sementara itu, terkait rencana pembangunan jalan tol yang terbentang dari Lampung hingga Aceh ini, diperkirakan memakan biaya sekitar Rp150 triliun.
Dari 10 provinsi di Sumatera yang sempat memaparkan kesiapannya, Provinsi Riau dianggap paling siap dalam membangun jalan tol tersebut.
"Mungkin karena Riau sudah lama memulai rencana pembangunan jalan tol. Bahkan, jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 126 km sudah selesai pembebasan lahannya tahun ini, yang antara lain dibiayai oleh APBN dan APBD," kata Gubri, Rusli Zainal.
Selain Pekanbaru-Dumai, Riau juga merencanakan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Pelalawan-Rengat (202 km), Pekanbaru-Siak-Buton (70 km), Pekanbaru-perbatasan Sumbar (150 km) dan Rengat-Kuala Enok (70 km).
"Dengan potensi kekayaan alam Riau yang luar biasa. Mulai dari sawit yang membentang luas, minyak, batubara dan berbagai potensi lainnya, maka tidak ada alasan untuk tidak membangun jalan tol di Riau. Semua potensi sudah `idle` (tersedia) di Riau," tutur Rusli Zainal kepada pers usai pertemuan.
Rencananya, paling lambat dua bulan ke depan, akan kembali digelar pertemuan serupa dengan agenda lebih konkret dan Riau akan menjadi tuan rumah.
Pada pertemuan itu nantinya, disepakati akan ditandatangani MoU antara 10 provinsi di Sumatera dengan PT Jasa Marga.
"Kita harus bergerak cepat, namun tentu tetap mengacu kepada ketentuan yang berlaku," tegas Dahlan Iskan menyudahi pertemuan.
(dn/DN/bd-ant)