VIBIZPORTAL.COM   Financial   Regional   Management   ICT   Shopping   Lifestyle   Fashion   Jobs & Career   Forum
Pusat Informasi Potensi Daerah Indonesia - Pariwisata & Investasi Usaha Search
Home
Mengupayakan Kelancaran Mudik Lebaran
Senin, 6 September 2010

(Berita Daerah-Sumatera) Dinas Perhubungan Lampung memprediksikan terjadi peningkatan arus mudik-balik Lebaran 2010 sebesar 9,36 persen yakni menjadi 2,507 juta orang dari tahun sebelumnya yang tercatat 2,292 juta.

Prediksi jumlah penumpang pada H-7 hingga H+7 diperkirakan sebanyak 318.349 orang, penyeberangan 2,117 juta, kereta api 46.598 orang, dan udara 25.136 orang.

Pada tahun 2009, jumlah penumpang pengguna jalan raya 303.190 orang, penyeberangan 1,924 juta, kereta api 42.362 orang dan udara 25.136 orang.

Lalu, berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi gangguan dan berusaha meningkatan kelancaran arus mudik yang menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia setiap menjelang Idul Fitri.

Dinas Perhubungan Lampung pun menginformasikan ada sebelas daerah rawan kecelakaan di daerah tersebut yakni

Tugu Raden Inten, Bandarlampung hingga Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Kemudian di Tegineneng Km 37-38, turunan atau tanjakan Tarahan Lampung Selatan, Terbanggibesar Km 53-54 Lampung Tengah, Hargomulyo Km 77-78, dan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu Km 34-35.

Selanjutnya, Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Km 29-30, jalan lintas timur Menggala, Kabupaten Tulangbawang Km 111-112, Abung Barat Km 240-241, serta Blambanganumpu, Kabupaten Waykanan Km 219-220.

Selain itu, Dishub Lampung juga mendata ada sembilan daerah rawan kemacetan yakni THR Pasirputih, Lampung Selatan; Pasar Natar, Lampung Selatan; Pasar Bandarjaya, Lampung Tengah; Pasar Unit 2 Mesuji.

Kemudian, Pasar Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu; Pasar Pringsewu; Pasar Gisting, Kabupaten Tanggamus; Pasar Baradatu, Kabupaten Waykanan; serta Ruas Jalan TPI Hanura, Kabupaten Pesawaran.

Sedangkan daerah rawan longsor terdata ada empat lokasi yakni antara Kotaagung, Tanggamus dan Krui, Lampung Barat.

Selanjutnya antara Liwa-Krui Lampung Barat, Perbatasan Krui Lampung Barat dengan Provinsi Bengkulu, serta antara Bukitkemuning-Liwa Lampung Barat.

Pemerintah Provinsi Lampung pun menetapkan larangan pengoperasian angkutan barang non-sembako pada H-7 hingga H+7 Lebaran guna kelancaran pelaksanaan arus mudik-balik Lebaran 2010.

Selain itu, ada beberapa keputusan yakni perlunya upaya peningkatan pelayanan dan keamanan di Terminal Induk Rajabasa.

Kemudian, mengimbau masyarakat tidak melakukan pencarian atau pemungutan dana sumbangan dengan memanfaatkan badan jalan.

Serta perlunya sosialisasi kepada pemudik untuk terus melanjutkan perjalanan dari pelabuhan Bakauheni ke Terminal Induk Rajabasa.

Ada pula usulan dari rapat koordinasi instansi terkait yaitu mempercepat penyelesaian pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan pada jalur-jalur utama angkutan lebaran; bantuan dukungan keamanan pada daerah-daerah rawan pelemparan batu dan pencurian pengait rel kereta api.

Selanjutnya, perlunya pelayanan khusus terhadap pengguna sepeda motor dalam pengaturan dan pengawalan oleh pihak kepolisian.

Meminta kepada PT ASDP Indonesia Ferry untuk menyiapkan sarana "tug boat" pada lintas penyeberangan sebagai langkah antisipasi, serta bantuan dukungan pemerintah pusat untuk pengawasan dan pemasangan fasilitas keselamatan lalu lintas berupa traffic cones, warning light, dan sarana mobil derek.

Rajabasa-Bakauheni

Sentra perhatian ketika bicara arus mudik di Provinsi Lampung yakni Terminal Rajabasa dan Pelabuhan Bakauheni, karena keduanya pintu bagi masuknya pemudik ke provinsi tersebut, termasuk provinsi lain di Sumatera dari Jawa.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandarlampung akan menempatkan 40 petugas di Terminal Rajabasa Bandarlampung untuk mengatur kendaraan maupun orang pada arus mudik-balik Lebaran 2010/1413 Hijriah.

"Mereka ditempatkan di terminal terbesar di Lampung itu pada H-10 hingga H+10," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandarlampung, Eddy D Saleh.

Anggota Dishub Kota Bandarlampung, lanjutnya, bersama polisi dari Polda Lampung maupun Polresta Bandarlampung setempat juga akan membantu menjaga keamanan sekitar kawasan terminal yang dibangun tahun 1982 itu.

Sejumlah posko-posko terpadu di terminal, sambungnya, seperti posko informasi, kesehatan, PMI, partai politik dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat akan berdiri di sana.

Eddy mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan Terminal Rajabasa untuk menampung kendaraan maupun orang pada arus mudik-balik lebaran tahun ini.

"Di dalam gedung terminal dapat digunakan untuk tempat beristirahat bagi pemudik yang akan bermalam," katanya.

Fasilitas lainnya seperti lampu penerangan jalan maupun di dalam gedung terminal juga telah terpasang sehingga saat malam tidak lagi gelap gulita.

Pemudik, katanya, tidak perlu lagi khawatir untuk bermalam di terminal itu karena petugas baik polisi maupun dari dishub akan membantu menjaga keamanan mereka.

Pengamanan Bakauheni

Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan telah siaga di 14 pos pengamanan (pospam) dari Pelabuhan Bakauheni hingga Bandarlampung untuk mengamankan arus mudik Lebaran.

"Kami menyiagakan personel sejak tujuh hari sebelum dan sesudah Lebaran dalam sandi Operasi Ketupat Krakatau," kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Bahagia Dachi.

Dia mengatakan, operasi tersebut merupakan upaya pengamanan selama Lebaran dengan memprioritaskan pemberantasan pembegalan, perjudian, prostitusi, premanisme, pencurian dengan kekerasan, minuman keras, pencurian kendaraan bermotor, dan kriminalitas lain yang menjadi penyakit masyarakat.

"Kami juga menempatkan personel di berbagai lokasi, seperti tempat rawan kecelakaan, macet, rawan aksi kriminalitas di sepanjang jalan lintas Sumatera dan Pelabuhan Bakauheni," ujarnya.

Dia mengatakan, Polres Lampung Selatan juga telah mendirikan 14 pos pengamanan, di sepanjang jalan lintas Sumatera, Pelabuhan Bakauheni dan dibantu sembilan Pos Polantas serta tujuh Mapolsek.

Kemudian, lanjut dia, pengamanan juga difokuskan di tempat-tempat umum seperti terminal, tempat wisata, dan Pelabuhan Bakauheni.

Lalu, kepolisian juga mengamankan khusus di dalam kapal feri yang berlayar dari Pelabuhan Bakuheni-Merak, dan bus penumpang jurusan Bakauheni -Terminal Induk Rajabasa, Bandarlampung.

Sesuai instruksi Kapolda Lampung, dia menambahkan, pusat perhatian operasi tersebut juga pengamanan perbankan, toko emas, pusat perbelanjaan, dan lembaga keuangan lain dengan menambah personel jaga dan patroli rutin.

Polres Lampung Selatan menerjunkan sekitar 1.165 personel untuk pengamanan Lebaran 2010 yang akan dibantu aparat Kodim 0421 Lampung Selatan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, Petugas Angkutan Sungai Darat dan Perairan (ASDP), Organda, dan Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (Orari).

Kemudian khusus di Pelabuhan Bakauheni, pihaknya mendapatkan personel tambahan dari Brimob, Polairud, Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Satuan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari Mabes Polri.

Kalau melihat kesiapan semua penyelenggara termasuk keamanan, nampaknya semua berjalan lancar dan pemudik bisa "dimanjakan" dengan fasilitas dan pelayanan, namun bagaimana meyakinkan pemudik untuk langsung ke Terminal Rajabasa setelah turun di Pelabuhan Bakauheni, nampaknya tidak mudah.

Sebab, dari tahun ke tahun selalu menjadi persoalan yakni adanya hembusan bahwa terminal tersebut tidak aman, meski pihak kepolisian terus menjelaskan dan menjaminnya, termasuk melakukan razia preman.

Persoalan lain, adanya "oknum" di Pelabuhan Bakauheni yang sengaja menahan pemudik yang tiba malam untuk beristirahat sehingga bisa menyewakan alas seperti tikar dan koran bekas.

Karena itu, ketika pagi harinya terjadi penumpukan penumpang di pelataran Pelabuhan Bakauheni sampai kekurangan bus atau kendaraan lainnya untuk mengangkut mereka.

Apakah kejadian seperti itu akan terulang? Semua tergantung penyelenggara atau pelaksana yang terlibat demi kelancaran, kenyamanan, dan keamanan pada mudik-balik Lebaran tahun ini.
(ma/MA/ant-Triyono Subagyo)


No page