ADVERTISEMENT
Bentrokan Berdarah 15 Mei, Polisi Dikelabui Provokator
Kamis, 17 Mei 2012

Foto: bd - siwalimanews.com

(Berita Daerah - Ambon), Bentrokan berdarah yang terjadi saat arak-arakan obor perjuangan Pattimura, Selasa (15/5), diduga kuat sudah dirancang oknum-oknum tertentu. Kendati demikian, pihak kepolisian terkesan lambat akibat tidak tanggap terhadap kemungkinan terburuk yang bakal terjadi.

Bentrokan tersebut berawal saat arak-arakan obor perjuangan Pattimura yang dibawa pemuda dari Desa Batu Merah melewati kawasan persimpangan Jalan Rijali dan Tulukabessy, Keca­matan Sirimau, Kota Ambon, pada pukul 05.10 WIT.

Informasi yang dihimpun wartawandi Tempat Kejadian Per­kara (TKP) terungkap saat tiba di lokasi tersebut ternyata ada pemuda Desa Batu Merah yang melakukan aksi sumburan api dari obor yang dibawanya. Ternyata warga yang sementara menonton di tepi jalan tersebut juga terkena sumburan api, sehingga terjadi adu mulut. Perdebatan tersebut akhirnya berkembang menjadi saling lempar obor maupun batu.

Situasi akhirnya semakin tak terkendali. Tiga orang pembawa obor pun kabur. Entah kemana mereka bertiga melarikan obor tersebut, padahal telah ditunggu oleh peserta upacara peringatan Hari Pattimura ke-195 yang dipusatkan di Pattimura Park.

Sementara kronologis versi Polda Maluku menyebutkan bentrokan ter­sebut terjadi saat obor perjua­ngan Pattimura yang sementara be­rada di tangan pemuda Batu Merah hendak dibawa menuju Pattimura Park. Namun tiba-tiba warga dari kawasan Mardika menghadang dan meminta pemuda Batu Merah menyerahkan obor tersebut kepada pemuda Mardika guna dibawa.

Permintaan tersebut ditolak oleh warga Batu Merah dengan alasan Mardika bukan merupakan desa adat sehingga tidak berhak mem­bawa obor tersebut. Adu mulut pun terjadi hingga berujung dengan aksi pelemparan batu antar warga yang berada di TKP.

Sementara itu, usai rapat koor­dinasi yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Kapolda Maluku Brigjen Polisi Syarief Gunawan mengaku, sebe­lum­nya pihaknya sudah mendapat informasi akan terjadi gangguan keamanan di Galala.

Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan digesernya personel ke kawasan tersebut, sehingga oto­matis perbatasan Batu Merah-Mardika yang merupakan titik rawan jumlah personl ikut berkurang.

“Memang kami menerima infor­masi di Galala akan terjadi gangguan keamanan sehingga personel kami geser ke sana. Pada saat aparat kita bergeser itulah timbul peristiwa berdarah tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan, pengamanan arak-arakan obor perjuangan Pattimura melibatkan sebanyak 650 personel gabungan TNI dan Polri.

Ia juga menyesalkan prosesi arak-arakan yang berlebihan dengan disertai akrobatik nyala api yang disumbur peserta arak-arakan.

“Terlalu berlebihan sehingga jatuh korban. Bisa saja akibat ke­mampuan akrobat yang disertai sumburan nyala api itu mengena warga dan terpancing emosi. Seha­rusnya pawai Obor Pattimura itu dilakukan dengan hikmat karena Pattimura merupakan pahlawan yang harus dihormati,” katanya.

Terkait dengan lemparan bahan peledak yang menyerupai bom, mantan Wakil Kepala Brimob Polri ini sudah membentuk tim mengusut peledakan bom di perbatasan ka­wa­san Batu Merah-Mardika tersebut.

“Saya sudah membentuk tim untuk mengungkap pelaku pelem­paran bahan peledak yang menye­rupai bom. Mudah-mudahan sece­patnya diungkap. Masyarakat di­minta berdoa dan membantu polisi juga,” harapnya.

Sementara itu Pangdam XVI/Pattimura usai menghadiri syukuran HUT Kodam XVI/Pattimura ke-13 meminta warga Kota Ambon me­nahan diri. Pasalnya, tinggal satu bulan lagi akan dihelat event MTQ Nasional XXIV di Kota Ambon.

“Mari kita hargai kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat. Di hari ulang tahun Pattimura ini mas­yarakat Maluku harus menghar­gainya sebagai pahlawan yang harus dihormati dan dibanggakan,” tandasnya.

(wsh/WSH/ bd - siwalimanews.com)


Bookmark and Share
1 Komentar
Alfredo, 2012-05-17|08:16:55
Betul, harus diselidiki, bisa jadi ada oknum2 yg hendak mengacau di Ambon
LEAVE A COMMENT
Nama * :
Email * : ( tidak ditampilkan )
Website :
Comment * :
Code * :
     
   
Berita Daerah adalah portal Web untuk pusat informasi berita daerah terbagi dalam berita Jawa, berita Papua, berita Sulawesi, berita Bali, berita Kalimantan, berita Sumatera, berita Maluku, berita NTT dan berita NTB. Dilengkapi dengan artikel daerah, riset daerah yang membahas tentang: bisnis daerah, investasi daerah, kebudayaan daerah, dan wisata daerah yang ada di Indonesia.
Jurnal
Budaya&
Wisata
Denyut
Sabang Merauke