




Foto:bd-ant
(Berita Daerah-Sulawesi) Harga beras di tingkat produsen di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah terus bergerak naik dan saat ini telah mencapai Rp400 ribu per karung (isi 50kg).
Jhony, seorang warga Dusun Kora, Kecamatan Palolo, Kamis, mengatakan sebelumnya harga beras di sana masih berkisar Rp380 ribu per karung.
"Sekarang ini harga naik menjadi Rp400 ribu per karung,"ujarnya.
Kenaikan harga itu, erat kaitanya dengan stok beras di tangan produsen semakin berkurang sementara permintaan masyarakat meningkat.
"Berkuranya stok beras dikarenakan musim panen belum berlangsung. di wilayah itu, dan panen raya baru akan berlangsung April 2012,"katanya.
Kemungkinan besar, harga beras akan terus bergerak naik, karena panen masih lama.
Kecamatan Palolo merupakan salah satu sentra produksi beras di Kabupaten Sigi.
Pantauan di pasar Masomba dan Bambaru di Kota Palu, harga beras di tingkat pengecer juga mengalami kenaikan.
Untuk menekan gejolak harga beras di pasar, Bulog Sulteng atas rekomendasi Pemkot Palu kembali melaksanakan operasi stabilisasi dengan menjual beras di titik-titik distribusi yang telah ditentukan.
Operasi stabilisasi dari Bulog sudah berlangsung dua hari ini. Sejumlah titik distribusi operasi stabilisasi yang ditetapkan Bulog dan Pemkot Palu antara lain di dua pasar yakni Masomba dan Manonda.
Selain itu, ada sejumlah mobil operasional Bulog juga dikerahkan untuk mendukung kegiatan itu dengan titik sasaran di tempat-tempat permukiman warga di empat kecamatan di Kota Palu.
Harga beras dijual pedagang di pasar-pasar saat ini berkisar Rp7.500,00 sampai Rp8.200,00 per kilogram.
Sementara Bulog melalui operasi stabilisasi menjual beras dengan harga Rp6.500,00 per kilogram.
Kepala Pelayanan Publik Bulog Sulteng Makking Ali membenarkan adanya kegiatan tersebut sebagai langkah membantu pemerintah menekan gejolak harga beras di pasaran.
"Kami berharap dengan kegiatan ini paling tidak membantu warga untuk membeli beras dengan harga yang lebih murah," katanya.
(dn/DN/bd-ant)