ADVERTISEMENT
Indeks Budaya & Wisata
Sabtu, 18 Februari 2012
Unik, Bird Watching Komodo
Senin, 12 Desember 2011
Berburu Aksesoris Khas Kupang
 < 12 3 4 >  >>
Unik, Bird Watching Komodo
Sabtu, 18 Februari 2012

Foto:bd-dtc

(Berita Daerah-Bali) Kadal purba komodo (Varanus komodoensis), memang merupakan daya tarik utama dari Taman Nasional Komodo. Tetapi, sebagai dokter hewan yang juga pengamat burung, saya melihat burung-burung liar pulau komodo juga tidak kalah menariknya.


Setidaknya ada 3 jenis burung endemik Indonesia yang saya temui selama 3 jam trekking. Kakaktua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), Srigunting walacea (Dicrurus densus), dan Perkutut loreng (Geopelia maugei). Pertemuannya pun tidak terlalu sulit. Terutama jika kita melakukan trekking di saat hari masih pagi.


Pihak Balai Taman Nasional Komodo telah mempersiapkan jalur-jalur trekking yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan fisik wisatawan. Ada jalur pendek dengan waktu tempuh 1 jam dan ada jalur menengah selama 3 jam. Biasanya jalur menengah ini bisa ditempuh hanya dalam 1,5 - 2 jam saja. Tetapi, karena saya banyak berhenti mengamati satwa maka menjadi lebih lama. Untuk yang memiliki waktu banyak bisa juga memilih jalur trekking panjang. Dalam jalur itu akan diajak mengeksplorasi bukit-bukit dan berbagai tipe habitat di penjuru Pulau Komodo.

Foto:bd-dtc


Tetapi, siapapun tidak diperkenankan untuk bepergian tanpa didampingi jagawana atau pemandu. Serta tidak juga diperkenankan memisahkan diri dari kelompok saat melakukan trekking. Sebab pernah ada kejadian dimana seorang turis asing yang hilang. Ketika dilakukan pencarian, hanya tas dan bajunya saja yang berhasil diketemukan. Diasumsikan, turis tersebut dimangsa oleh komodo.


Pada saat trekking, saya memilih jalur menengah. Ternyata dalam dua jam, tidak kurang dari 20 spesies burung berhasil teramati. Beberapa yang termasuk sangat mudah ditemui adalah jenis Cikuakua kecil (Philemon citreogularis), Ayam hutan merah (Gallus gallus), Pergam tarut (Ducula consinna), Gagak kampung (Corvus macrorhynchos), serta Perkutut jawa (Geopelia striata).


Burung-burung itu selain ukurannya yang cukup besar, Suaranyapun sering terdengar keras. Kemudian populasinya yang juga cukup banyak membuat mudah diketahui posisinya. Bahkan ketika mereka sedang bertengger di atas pohon.


Satu jenis burung yang punya kebiasaan mirip dengan burung maleo (Macrocephalon maleo) di sulawesi juga ada di sini. Jika bertelur, tidak dierami oleh induknya. Melainkan dikubur dalam pasir dan dibiarkan panas bumi yang akan menetaskannya. Mirip dengan penyu.


Namanya burung Gosong kaki merah (Megapodius reinwardt). Saya melihat sepasang. Mereka sedang mengais-ngais tanah di bawah tajuk semak yang cukup rapat. Perlu berjongkok dan berdiam sesaat buat saya untuk bisa mengamati dengan baik. Sebab mereka sangat sensitif terhadap suara.

Foto:bd-dtc


Untuk jenis elang, paling banyak teramati adalah jenis elang bondol (Haliastur indus). Burung yang sering digambar di bus transjakarta itu terlihat hingga 4 ekor. Tiga ekor diantaranya teramati dari atas sulphurea hill. Sedang soaring di atas pepohonan. Begitu anggun memanfaatkan hawa panas yang sedang naik ke langit.


Satu ekor elang bondol lainnya teramati di pinggir pantai dekat dermaga. Disaat saya sedang asik melihat elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster) yang turun hingga permukaan air laut berburu ikan. Saya tidak melihat perkelahian diantara keduanya. Sebagaimana elang jenis lain yang biasanya membagi jelas teritorinya. Mungkin keberlimpahan pakan adalah penyebabnya.


(Oka Dwi Prihatmoko/DN/bd-dtc)
 


Bookmark and Share
Berita Terkait :

5 Komentar
Tasya, 2012-03-15|16:30:14
Indonesia memang kaya.
totol, 2012-03-13|21:16:32
keren, fasilitas pulau komodo juga makin ditingkatkan, jadi lebih profesional sekarang...
Takoy, 2012-02-27|20:17:33
Wah... jadi wisatawanpun tidak hanya menemukan komodo saja, tapi burung2 yg unik pun bisa di temukan di pulau komodo... semakin menambah koleksi wisata alam pulau komodo...
Angga, 2012-02-25|07:02:56
wuih seram juga yah kalau jalan sendirian di taman itu..:) ,,memang harus dengan PEMANDU ...supaya bs aman..hehe
jill, 2012-02-22|19:01:05
wah negeri ini kaya dengan beraneka ragam jenis burung
LEAVE A COMMENT
Nama * :
Email * : ( tidak ditampilkan )
Website :
Comment * :
Code * :
     
   
Berita Daerah adalah portal Web untuk pusat informasi berita daerah terbagi dalam berita Jawa, berita Papua, berita Sulawesi, berita Bali, berita Kalimantan, berita Sumatera, berita Maluku, berita NTT dan berita NTB. Dilengkapi dengan artikel daerah, riset daerah yang membahas tentang: bisnis daerah, investasi daerah, kebudayaan daerah, dan wisata daerah yang ada di Indonesia.