(Berita Daerah - Nasional) - Tercapainya berbagai kesepakatan global dan regional, baik yang secara formal mengikat melalui proses ratifikasi, maupun yang secara moral mengikat karena Indonesia menjadi salah satu penandatangan kesepakatan tersebut seperti kesepakatan dalam
World Trade Organization (WTO)/General Agreement on Trade and Services (GATS), APEC, AFTA, ACFTA; akan mempengaruhi cara berfikir, cara pandang, pola hidup atau pola konsumsi masyarakat negara-negara berkembang. Hal ini juga cenderung menyebabkan semakin kaburnya batas-batas negara dalam interaksi antar bangsa dan melahirkan persaingan/kompetisi yang semakin ketat.
Dalam konteks kompetisi antar destinasi pariwisata di tingkat regional (ASEAN), Indonesia dihadapkan pada persaingan yang ketat dengan destinasi pariwisata negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Philipina, serta Vietnam. Dalam konteks pembahasan persaingan destinasi pariwisata, Indonesia sebenarnya masih memiliki sejumlah potensi untuk dikembangkan sebagai sumber keunggulan daya saing. Hasil-hasil analisis yang dilakukan menunjukkan sumber-sumber keunggulan tersebut meliputi; keragaman daya tarik wisata baik alam maupun budaya yang oleh banyak operator asing diakui sebagai sumberdaya yang tidak akan pernah habis-habisnya untuk digali dan dikembangkan.
Indonesia juga memiliki sejumlah peluang untuk dapat diraihnya. Peluang-peluang tersebut antara lain adalah; keberadaannya di kawasan Asia Pasifik yang diramalkan paling tinggi tingkat pertumbuhannya.

Sumber: Depbudpar
Letak geografis Indonesia di antara beberapa negara yang menjadi pusat distribusi (hub) penyebaran wisatawan di Asia Tenggara, yakni Singapura, Kualalumpur dan Bangkok yang tingkat kunjungan wisatanya tinggi. Hadirnya pasar-pasar baru di kawasan Asia dan Timur Tengah yang berkembang cukup pesat, seperti Taiwan, Korea, Hongkong, Cina, India, dan UEA.
Di samping itu mengingat potensi yang dimilikinya, Indonesia berpeluang besar untuk mengembangkan produk-produk wisata baru yang tidak mudah dilakukan oleh negara-negara lainnya. Di samping itu, aktivitas-aktivitas terkait meeting,incentive, conference dan exibition (MICE), wisata bahari, ekowisata, gastronomi, olahraga, ziarah, spiritual, pendidikan dan penelitian juga dapat diharapkan untuk digarap sebagai produk-produk baru (niche product) sesuai dengan kebutuhan dan trend pasar baru (new market) .
Melihat pada peta persaingan pariwisata Indonesia di satu pihak dan potensi sumber daya pariwisata yang dimiliki, maka dalam positioning pariwisata Indonesia perhatian harus lebih banyak dicurahkan kepada keunggulan yang dimiliki destinasi pariwisata untuk dapat digarap dalam upaya meningkatkan keunggulan daya saing destinasi pariwisata Indonesia.
Tulisan disadur dari Debudpar tentang Isu-Isu Strategis Pengembangan Destinasi Pariwisata