




KALWEDO!!!
Merupakan seruan salam yang berarti ‘Salam sejahtera’, yang sering diserukan masyarakan Maluku Barat Daya dalam menyapa satu dengan lainnya diantara 72.000 jiwa penduduk di kabupatan yang baru ini.
Kabupaten Maluku Barat Daya atau lebih dikenal dengan nama Selatan Daya, tepatnya pada masa Hindia Belanda dengan nama Onderafdeeling Zuid Wester Eilandon wilayahnya meliputi Pulau Kisar, Wetar, Lirang, Romang, Damer, Leti, Moa, Lakor, Luang dan Pulau Sermatang.
Pada masa Hindia Belanda, Onderafdeeling Zuit Wester Eilanden merupakan bagian dari Keresidenan Timor, berkedudukan di Ilwaki, Pulau Wetar. Pada tahun 1896, kedudukan Onderafdeeling Zuid Wester Eilandon dipindahkan dari Ilwaki ke Serwaru, Pulau Leti. Kemudian tahun 1912, dipindahkan lagi ke Wonreli, Pulau Kisar, tepat pada masa kepemimpinan Luitnan Gesegheber B.H. Trestege.
Putusnya hubungan dengan Keresidenan Timor terjadi tahun 1925, ketika Onderafdeeling Zuid Wester Eilandon dialihkan ke Residen Maluku (Residentie Molukken). Pengalihan itu, diikuti perubahan Onderafdeeling Zuit Wester Eilanden menjadi Asisten Wedana, tahun 1928 yang diperintah seorang Bestuurs Assisten di bawah kekuasaan Hoof van Plaatselyke Bestuur (HPB) di Wonreli. Pada tahun 1947, barulah dijadikan Onderafdeeling sendiri.
Sebelum masuknya Belanda, nama asli Pulau Kisar adalah Jotowawa atau Jotomjai merupakan nama asli Pulau Kisar. Ada yang memahami dikenalnya nama Kisar karena adanya salah paham antara warga asli Kisar dan warga Belanda. Kisahnya ketika warga Belanda sampai di Kisar, mereka menanyakan kepada penduduk tentang nama pulau itu, dengan menunjuk pasir. Warga asli mengira, yang ditanyakan adalah pasir putih, yang dalam bahasa Kisar disebut Kiasar. Sejak itulah pulau itu dikenal sebagai Pulau Kisar.
Pulau Kisar merupakan pulau yang indah untuk dikunjungi dan sangat berpotensi untuk pariwisata. Keindahan dari pulau ini memang menjadi daya tarik tersendiri apabila kita berkunjung kesana. Namun, memang hal ini membutuhkan perhatian khusus karena suatu alam yang indah jika tidak disertai dengan pengembangan dan promosi yang baik maka tidak akan membuatnya menjadi dikenal. Karena itu pengembangan akan pulau ini sangat diharapkan agar di masa yang akan datang bisa menghasilkan devisa bagi negara melalui pariwisata.
(TRB / MV / bd)