ADVERTISEMENT
Optimisme Gita Wirjawan di 2012
Kamis, 2 Februari 2012

Foto:Berita Daerah-Dini

(Berita Daerah-Profil Tokoh) Saat nama Gita Wirjawan ditetapkan sebagai Menteri Perdagangan, pro dan kontra pun muncul. Ada yang mendukungnya, lantaran dirinya telah lama berkecimpung di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak lama. Tetapi tak sedikit pula yang menganggap enteng kemampuannya.


Apalagi ketika itu, Gita didapuk presiden SBY sebagai pengganti Mari Elka Pangestu, yang dikenal public lewat berbagai kebijakan impor yang menuai kontroversi.


Saat menjabat sebagai Menteri, Gita pun tetap menjalankan kewajibannya sebagai Kepala BKPM.


Namun waktu terus berjalan. Lebih dari 100 hari, Gita menjadi orang nomor satu di Kementerian Perdagangan, sekaligus merangkap tugas sebagai Kepala BKPM.


Bahkan, untuk menjawab sejumlah pertanyaan seputar dunia ekonomi, investasi, dan perdagangan di Indonesia, Gita tak membutuhkan sosok lain, seperti wakil menteri, ataupun anggota esselon lain.


Ia cukup fasih menjawab setiap pertanyaan seputar hal tersebut. Ini menandakan bahwa kapabilitasnya sebagai Menteri perdagangan dalam beberapa waktu ke depan cukup oke.


Dunia investasi pun menjadi hal sehari-hari Gita. Pasalnya, sebelum direpotkan dengan berbagai tantangan di Kementerian Perdagangan dan BKPM, ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur JP Morgan Indonesia.

Foto:Dok. Kementerian Perdagangan


Ia juga pernah mendirikan berbagai perusahaan, diantaranya, perusahaan investasi di bidang sumber daya dan pertambangan, bernama Ancora Capital. Karirnya begitu moncer, sampai Pertamina pun meliriknya menjadi salah satu komisaris.

Target ke Depan

Dalam meningkatkan akses pasar, Indonesia menjadi salah satu negara yang telah mencapai ekspor melampaui US$ 200 miliar dan sekaligus sebagai negara yang mampu menggandakan ekspornya dalam kurun waktu lima tahun.

Negara tujuan utama ekspor Indonesia (5 negara terbesar) untuk tahun 2011 adalah RRT, Jepang, AS, Singapura dan Malaysia.


Menurut pria kelahiran Jakarta, 21 September 1965 tersebut, target peningkatan perlindungan konsumen pada periode 2010-2014 adalah pada pembentukan 5 Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) setiap tahun, pada tahun 2011 akumulasi jumlah BPSK yang terbentuk menjadi 65 BPSK.

Kementerian Perdagangan telah melaksanakan pengawasan berkala di beberapa daerah untuk produk yang telah diterapkan SNI Wajib antara lain Lampu Swaballast, regulator, tabung baja, baja tulangan beton, baja lapis seng, kotak kontak, tusuk kontak, kipas angin, kompor gas satu tungkudan selang Karet,” terangnya mengenai jumlah BPSK yang fantastis.

Sementara itu, pada tahun 2012 ini, dampak perekonomian negara berkembang, dirasa Gita tetap akan melesat cepat.

                                                                     Foto:Berita Daerah-Dini

Tahun 2012, kinerja ekonomi global diperkirakan akan tumbuh sama dengan pada tahun 2011 yaitu sebesar 4%. Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh proses penyelesaian krisis hutang yang melanda Amerika Serikat (AS) dan zona Eropa.

Hal ini dapat berdampak pada perekonomian di negara-negara berkembang. Namun demikian, perekonomian negara berkembang diperkirakan masih akan melaju lebih cepat dibandingkan negara-negara maju.

Indikasi perlambatan perekonomian dunia tercermin dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang dirilis beberapa lembaga keuangan internasional,antara lain IMF, telah merevisi turun pertumbuhan ekonomi dunia dari 4,3% pada 2011 menjadi 4% dan dari 4,5% pada 2012 menjadi 4% (WEO, September 2011).

Menurutnya ekonomi negara-negara maju pada tahun 2012 diperkirakan hanya tumbuh sebesar 1,9%, dimana Amerika Serikat diperkirakan tumbuh sebesar 1,8%, Jerman 1,3%, Perancis 1,4%, Jepang 2,3% dan Inggris 1,6%. Untuk negara-negara emerging and developing economies diproyeksikan masih tumbuh dengan moderat. Rusia diperkirakan dapat tumbuh 4,1%, RRT 9%, India 7,5%, ASEAN-5 5,6% (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina), Brazil 3,6%.

“Pada tahun 2012 volume perdagangan barang dan jasa dunia diperkirakan hanya tumbuh 5,8%,pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan volume perdagangan tahun 2011 sebesar 7,5%. Impor negara-negara maju diperkirakan hanya akan tumbuh 4% dan ekspornya tumbuh 5,2%. Sedangkan volume perdagangan negara-negara emerging and developing economies diperkirakan masih tumbuh lebih tinggi dari negara-negara maju, dimana impor diproyeksikan tumbuh 8,1% dan ekspor 7,8%,” jelasnya.


Indonesia masuk
Investment Grade

Di Indonesia, meskipun pertumbuhan ekonominya masih akan terus membaik, namun angin badai ekonomi global mulai berhembus ke wilayah negara ini.

Penurunan permintaan global mulai terlihat dari tanda-tanda perlambatan kinerja sektor eksternal terutama di bulan-bulan terakhir tahun 2011.

                                                                     Foto:Berita Daerah-Dini

Pada tahun 2011 Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 6,5%, dan pemerintah Indonesia berupaya terus menerapkan strategi dan kebijakan untuk mencapai pertumbuhan antara 6,5%-6,7% di tahun 2012.

Dengan adanya perlambatan permintaan di pasar global, Indonesia akan berupaya keras menyeimbangkan sumber pertumbuhan ekonomi dengan fokus pada sumber-sumber pertumbuhan domestik.

“Pemerintah akan menempatkan prioritas pada pasar domestik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.” Kata Gita.

(Arnelia Triwardini/DN/bd)

 

 

 


3 Komentar
Sena, 2012-02-06|07:21:13
Luar biasa ya Pak Gita, mudah-mudahan Indonesia terus berkembang dalam pasar domestik. Maju terus.
bert, 2012-02-02|09:56:37
maju pak gita, kalau anda optimis untuk tahun 2012 ini saya juga optimis anda pasti mampu.. :)
john, 2012-02-02|09:55:30
kalau lihat sosok dari pak gita cukup tenang dan memang sudah piaway dalam memimpin maju terus pak gita..
LEAVE A COMMENT
Nama * :
Email * : ( tidak ditampilkan )
Website :
Comment * :
Code * :
     
   
Berita Daerah adalah portal Web untuk pusat informasi berita daerah terbagi dalam berita Jawa, berita Papua, berita Sulawesi, berita Bali, berita Kalimantan, berita Sumatera, berita Maluku, berita NTT dan berita NTB. Dilengkapi dengan artikel daerah, riset daerah yang membahas tentang: bisnis daerah, investasi daerah, kebudayaan daerah, dan wisata daerah yang ada di Indonesia.