(Berita Daerah - Nusa Tenggara Timur) - Aktivitas pesawat rute kedatangan dan keberangkatan dari Bandara Eltari Kupang sejak H-7 hingga hari H perayaan Idul Fitri 1431 Hijriah, meningkat mencapai 24 kali sehari dari sebelumnya (Lebaran 1430 Hijriah) yang maksimal hanya 17 kali penerbangan.
Manager Operasional dan Teknik PT Angkasa Pura II Bandara El Tari Kupang I Komang Sudiarta, di Kupang, NTT, Jumat mengatakan, meningkatnya aktivitas penerbangan pesawat disebabkan oleh tingginya permintaan dari pengguna jasa ini.
Ia mengakui, peningkatan jumlah pesawat dan aktivitas penerbangan seperti itu memang terjadi setiap tahun selama enam tahun terakhir, terutama pada saat hari raya keagamaan seperti Idul Fitri, Idul Adha, hari Natal dan tahun baru.
Menurut dia, dalam enam tahun terakhir terhitung 2005 hingga 2009, jumlah pesawat dan penerbangannya melalui Bandara Eltari Kupang khusus pada H-7 hingga H+7 meningkat dari tahun ke tahun.
"Dari segi jumlah, pesawat yang berangkat pada Lebaran 2005 antara H-7 hingga H+7 sebanyak 146 kali atau rata-rata 9,13," katanya.
Pada Lebaran tahun 2006 jumlahnya meningkat menjadi 193 kali atau rata-rata 12,06 atau tumbuh 24,35 persen.
Sedangkan pada tahun 2007 jumlahnya sedikit menurun menjadi 188 atau rata-rata 11,75 atau minus 2,66 persen, dan kembali meningkat pada Lebaran tahun 2008 dengan jumlah 211 atau rata-rata 13,19 atau tumbuh sebesar 10,90 persen
Sementara pada Lebaran 2009 jumlah penerbangan naik lagi menjadi 219 kali atau rata-rata 13,69 atau tumbuh 3,65 persen dan pada Lebaran 2010 diperkirakan akan lebih tinggi lagi dari tahun-tahun sebelumnya.
Perkembangan dan pertumbuhan serupa juga terjadi pada sisi kedatangan pesawat selama H-7 hingga H-1 mudik Lebaran 1431 Hijriah dimana tingkat aktivitas pesawat tertuama pada H-3 atau puncak mudik melalui Bandara Eltari mencapai 22 kali atau 83 persen.
"Apabila dilihat secara keseluruhan selama enam tahun terakhir dalam tenggat waktu H-7 hingga H+7 pelaksanaan Lebaran, maka jumlah aktivitas dengan rata-rata dan tingkat pertumbuhannya pun mengalami peningkatan pada saat itu," katanya.
Ia menyebut tahun 2005 jumlah kedatangan pesawat 135 atau rata-rata 8,44 dan naik menjadi 193 kali kedatangan pada tahun 2006 atau rata12,06 atau tumbuh sebesar 30,05 persen.
Pada tahun 2007, katanya, kedatangan pesawat sedikit mengalami penurunan dari 193 kali pada 2006 menjadi hanya 190 atau rata-rata 11,88 atau minus 1,58 persen dan kembali meningkat pada 2008 menjadi 214 atau rata-rata 13,38 persen atau 11,21 persen.
Hingga akhirnya pada Lebaran 1430 H atau 2009 M, jumlah penumpang yang datang pada saat itu menjadi 218 atau rata-rata 13,63 atau tumbuh 1,83 persen dan diperkirakan tumbuh pesat lagi pada H+7 Lebaran 2010.
Menurut dia, peningkatan aktivitas atau pergerakan pesawat tahap kedatangan dan keberangkatan ini disebabkan oleh bertambahnya armada pesawat dari tahun ke tahun baik pada saat hari raya maupun hari biasa.
Secara nasional jumlah armada pesawat juga bertambah dari tahun ke tahun dan berdasarkan data yang ada di Kementerian Perhubungan hingga April 2010, jumlah maskapai nasional yang beroperasi di Indonesia mencapai 60 unit yang terdiri dari 18 maskapai niaga berjadwal dan 42 maskapai niaga tidak berjadwal.
Bahkan untuk memenuhi kebutuhan angkatan udara, beberapa maskapai nasional sudah mengajukan peningkatan jumlah armada. Sampai saat ini, Kementerian Perhubungan memperkirakan bahwa pertumbuhan armada pesawat udara hingga tahun 2013 sebanyak 2780 unit," kata Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Komang sudiarta, dari total 60 unit secara nasional itu, 15 di antaranya beroperasi melayani penumpang dari dan ke berbagai daerah di NTT maupun di luar NTT.
(fb/FB/ant)
|