VIBIZPORTAL.COM   Financial   Regional   Management   ICT   Shopping   Lifestyle   Fashion   Jobs & Career   Forum
Pusat Informasi Potensi Daerah Indonesia - Pariwisata & Investasi Usaha Search
Home
NTB Berharap Litbang Batan Terus Kembangkan Penelitian
Kamis, 28 Juli 2010

( Berita Daerah - Bali & Nusa Tenggara ) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap peneliti dari Penelitian dan Pengembangan Badan Tenaga Nuklir Nasional terus mengembangkan penelitiannya di bidang pertanian di daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Gora itu.

"Kami mengharapkan penelitian yang berkelanjutan untuk memajukan sektor pertanian di daerah ini," kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Badrul Munir, di Mataram, Kamis, usai menghadiri sarasehan dan panen perdana benih padi dan kedelai hasil karya peneliti Litbang Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Peneliti Litbang dan Batan bekerja sama dengan peneliti Universitas Mataram (Unram) mengembangkan benih padi dan kedelai di sejumlah daerah di Pulau Lombok.

Badrul mengatakan, harus diakui bahwa sampai saat ini beberapa komoditas pertanian seperti kedelai, tingkat produksinya belum maksimal sehingga Indonesia masih mengimpor dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri yang cukup tinggi.

Padahal potensi pengembangannya di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di wilayah NTB, cukup menjanjikan.

"Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti untuk menemukan teknologi yang dapat meningkatkan produksi kedelai, terutama cara meningkatkan produksi kedelai di lahan kering," ujarnya.

Menurut Badrul, jika teknologi pengembangan kedelai di lahan kering dapat diterapkan maka akan dijadikan contoh untuk pengembangan komoditi lain seperti tanaman holtikultura dan palawija.

"Itu tantangan bagi para pakar dan peneliti di bidang pertanian yang juga perlu disikapi peneliti Litbang Batan dan Unram," ujarnya.

Selain itu, kata Badrul, perlu dicarikan komoditi lain sebagai pengganti gandum sebagai bahan baku pembuatan mie.

Badrul mengakui, meskipun beberapa komoditas pertanian telah berhasil ditingkatkan seperti padi, jagung dan kedelai, namun masih banyak komoditas dan potensi pertanian lain yang perlu digali agar memberikan manfaat lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya adalah hortikultura dan komoditas pangan non beras lainnya, termasuk pengembangan agribisnis di sektor peternakan, perikanan dan kelautan.

Komoditas hortikultura merupakan produk primadona masa depan yang dapat mengangkat ekonomi masyarakat pedesaan.

Dari luas wilayah NTB yang mencapai 201.531.500 kilometer persegi, seluas 1.106.559 hekatre diantaranya merupakan lahan pertanian potensial untuk ditanami tanaman hortikultura musiman maupun tahunan.

Namun, sejauh ini luas lahan yang telah dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura baru sekitar 885.904 hektare.

"Rendahnya tingkat pemanfaatan lahan dan produksi hortikultura di wilayah NTB itu disebabkan oleh keengganan petani untuk mengembangkan komoditas itu walaupun kebutuhan masyarakat terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk serta meningkatnya kesadaran dan kebutuhan masyarakat akan gizi yang berimbang," ujarnya.

tha/THA/ant


0 Komentar
 


LEAVE A COMMENT
Nama *:
Email *: ( tidak ditampilkan )
Website: ( tanpa http:// )
Comment *:
Code *:
advertisement