VIBIZPORTAL.COM   Dailynews   Financial   Regional   Management   ICT   Shopping   Lifestyle   Fashion   Jobs & Career   Forum
Pusat Informasi Potensi Daerah Indonesia - Pariwisata & Investasi Usaha Search
Home
Petani Bawang Cirebon Butuh Asosiasi
Rabu, 10 Maret 2010

(Berita Daerah - Jawa) - Ribuan petani bawang merah di Kabupaten Cirebon tampaknya memerlukan asosiasi sebagai wadah perjuangan untuk mensejahterakan petani terutama dikala musim panen tiba.

"Para petani yang tersebar di beberapa kecamatan di sentra produksi bawang merah ada keinginan agar mereka diwadahi dalam asosisasi," kata Ketua Koperasi Serba Usaha "Nusantara Jaya" H Ir Sunarto Atmo Taryono kepada wartawan di Cirebon, Rabu.

Dikatakan dia, perlunya asosiasi tersebut sebagai wadah agar para petani bisa memperjuangkan hak-haknya sebagai petani, misalnya bagaimana agar waktu panen tiba tidak ada bawang impor yang membuat harga bawang merah turun.

Para petani juga bisa memperjuangkan agar pada musim tanam dapat bibit bawang merah dengan mudah didapat dan harga terjangkau, katanya.

Selain itu, dalam asosiasi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan petani bawang merah, dalam hal ini alih teknologi pertanian.

Para petani bawang merah dapat saling bertukar pikiran sesama sentra bawang merah di Indonesia, yakni Cirebon (Jabar), Kendal dan Berebes (Jateng) Proboinggo dan Pasuruan (Jatim) serta Bima (NTB).

Ia mengatakan, Koperasi Serba Usaha "Nusantara Jaya" sendiri sudah membuka depot dan bengkel pertanian.

Depot dimaksudkan agar semua kebutuhan petani terpenuhi, sedangkan bengkel pertanian sebagai bimbingan kepada petani dari segi teknologi.

"Kami menyediakan lima insinyur pertanian yang senantiasa siap sedia membimbing petani dimana diperlukan, mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, memilih bibit, memberantas hama dan penyakit, pemeliharaan serta pascapanen," katanya.

Koperasi Nusantara Jaya juga sebagai inti, kini telah memiliki sekitar 400 plasma bawang merah dengan sekitar 200 hektare tanah garapan.

Kadinas Pertanian, Perkebunan, Perternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Ali Effendi, mengatakan daerahnya termasuk sentra bawang merah, seperti Kecamatan Losari, Babakan, Ciledug dan Waled.

Setiap tahun bawang merah diusahakan sekitar 3.000 hektare yang dikelola belasan ribu petani dengan produksi rata-rata 15 ton per hektare, katanya.

(rs/RS/ant)

advertisement