(Berita Daerah - Jawa) - Pengelola Terminal Terboyo Semarang mengaku sulit mencapai target jumlah pendapatan tahunan dari retribusi yang ditetapkan sebesar Rp643 juta.
Kepala Terminal Terboyo, Ganin Bimantoro, di Semarang, Rabu, mengatakan, pada 2009 pihaknya hanya dapat mencapai 82 persen dari target pendapatan yang ditentukan Pemerintah Kota Semarang tersebut.
"Kerusakan infrastruktur jalan dan genangan rob membuat bus dalam kota dan antarkota enggan memasuki terminal sehingga pendapatan dari retribusi pun merosot tajam," katanya.
Ia menyebutkan, hingga Juli ini, pendapatan dari retribusi 2010 baru mencapai Rp270 juta dari target sebesar Rp643 juta per tahun.
"Kemungkinan besar kami akan sulit mencapai 100 persen padahal saat ini akan memasuki bulan kedelapan dan semakin mendekati akhir tahun," katanya.
Tidak hanya sulit mencapai target, Ganin mengakui, pihaknya sering mendapat protes dari pengelola bus umum dan pemilik kios makanan di kawasan terminal yang juga mengalami penurunan pendapatan karena rusaknya beberapa infrastruktur.
Kini pihak pengelola tengah mengerjakan pengecoran jalan lingkar terminal sepanjang 950 meter yang berlubang karena genangan rob. Jalan lingkar tersebut diperkirakan dapat dioperasikan pada H-7 Lebaran 2010 mendatang.
Namun, ia menjelaskan, pengecoran jalan tersebut tidak dapat menyelesaikan permasalahan infrastruktur Terminal Terboyo secara keseluruhan yang berdampak terhadap pemasukan retribusi angkutan umum dan penumpang.
"Masih ada rob setinggi 40 cm di terminal angkutan kota. Kami berharap masih ada pembangunan lanjutan yang dikoordinasikan oleh Dinas Perhubungan dan Pemkot untuk peninggian emplasemen serta kanalisasi dan normalisasi sungai agar air tidak masuk ke terminal," katanya.
Sehingga, menurut dia, permasalahan rob tidak mengganggu operasional harian di Terminal Terboyo.
Ganin berharap, pembangunan menyeluruh dapat dimulai pada 2011 mendatang agar jumlah pendapatan tahunan kembali mencapai target.
(dw/DW/ant)
|