(Berita Daerah - Jawa) - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pemerintah terus memonitor perkembangan harga kebutuhan pokok dan mendorong adanya operasi pasar untuk menekan harga menjelang bulan puasa.
"Kita memonitoring terus harga-harga dan langsung melakukan operasi pasar jika ada kecenderungan harga naik," kata Hatta Rajasa di Jakarta, Kamis.
Menurut menteri, operasi pasar (OP) akan terus dilakukan begitu ada kecenderungan harga naik dan tidak perlu menunggu hingga ada "gap" 10 persen harga yang terjadi dengan sewajarnya.
"Operasi pasar terus dilakukan karena tidak perlu menunggu ada gap 10 persen," katanya.
Ia mengatakan, pemerintah juga mempercepat penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin), khususnya bagi pemerintah daerah yang sudah siap.
Hatta juga menyebutkan bahwa berdasar pemantauan beberapa hari terakhir, harga-harga kebutuhan pokok sudah menunjukkan kecenderungan turun.
"Harga cabai sudah mendekati kestabilannya, walaupun masih ada kenaikan tapi tren-nya tidak terlalu meningkat, sekarang menuju ke stabil," katanya.
Sementara itu mengenai adanya harga beberapa jenis beras yang naik, Hatta mengatakan, yang mengalami kenaikan adalah beras-beras premium.
Karena itu, menurut dia, ada pemikiran agar Bulog melakukan operasi pasar untuk beras jenis itu.
"Makanya ada pemikiran agar Bulog melakukan operasi pasar beras premium. Namun ini ini masih kita pikirkan karena tentu itu memerlukan perlakuan yang pas. Tapi secara umum harga beras masih terkendali," kata Hatta.
Sementara itu mengenai penarikan tabung gas tiga kilogram, Hatta mengatakan, hal itu sudah ditangani oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesra.
"Tapi kita semua para menteri konsen agar masyarakat menggunakan tabung itu aman. Mereka tahu cara menggunakan, tahu risiko, jadi kita sosialisasikan terus-menerus," katanya.
(dw/DW/ant)
|