VIBIZPORTAL.COM   Dailynews   Financial   Regional   Management   ICT   Shopping   Lifestyle   Fashion   Jobs & Career   Forum
Pusat Informasi Potensi Daerah Indonesia - Pariwisata & Investasi Usaha Search
Home
Bauksit Kalbar Untuk Kebutuhan Nasional
Rabu, 10 Maret 2010

( Berita Daerah - Kalimantan ) - Bauksit dari Kalimantan Barat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan nasional dibanding ekspor berbentuk bahan mentah.


"Sebenarnya, yang menarik di Kalbar bagaimana mengolah bauksit menjadi alumina," kata Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Iklim Usaha dan Investasi Roosmariharso usai menghadiri Rapat Kerja Teknis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar Tahun 2010 di Pontianak, Rabu.

Menurut dia, saat ini di Kabupaten Batu Bara (dulu Asahan), Sumatera Utara, terdapat pabrik peleburan aluminium, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), perusahaan gabungan Pemerintah Indonesia dan swasta Jepang.

Ia menambahkan, bahan baku aluminium, yakni alumina untuk PT Inalum harus diimpor dari Australia. Alumina atau aluminium oksida, merupakan komponen utama dalam bauksit bijih aluminium.

Roosmiharso mengatakan, sementara bauksit yang dihasilkan dari tambang di Kalbar, diekspor ke China. "Disana diolah lagi sehingga alumina yang dihasilkan bernilai jual lebih tinggi," kata dia.

Ia melanjutkan, PT Aneka Tambang Tbk salah satu perusahaan yang mengelola bauksit di Kalbar, mempunyai kapasitas produksi 225 ribu ton. "Jadi tidak seharusnya ekspor dalam bentuk mentah,"kata Roosmiharso.

PT Aneka Tambang melalui anak perusahaannya PT Indonesia Chemical Alumina telah membentuk konsorsium dengan dua perusahaan Jepang, yaitu Showa Denco KK (SDK) dan Marubeni Corporation, pembangunan proyek Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, Kalbar.

Data dari Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet), luas areal di Kabupaten Sanggau yang mengandung bauksit diperkirakan 73.300 hektare dengan cadangan sebanyak 422,921 juta metrik ton.

(if/IF/ant)

advertisement