(Berita Daerah - Maluku) - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara bisa memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga dan industri pada sejumlah kabupaten/kota di wilayah Halmahera.
"PLTPB Jailolo tersebut akan menghasilkan listrik sebanyak 70 MW dan itu bisa memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga dan industri pada sejumlah kabupaten/kota di wilayah Halmahera," kata Bupati Halbar, Namto Hui Roba di Jailolo, Rabu.
PLTPB Jailolo dibangun oleh PT Star salah satu perusahaan swasta dari Jakarta dan perusahaan itu kini sedang melakukan eksplorasi dan menargetkan PLTPB tersebut pada 2014 sudah beroperasi.
Menurut Bupati, Kabupaten Halbar dan kabupaten/kota lainnya yang ada di wilayah Halmahera saat ini mengalami krisis listrik akibat terbatasnya kapasitas listrik PT PLN setempat.
PT PLN di Halbar dan di kabupaten/kota lainnya di wilayah Halmahera terpaksa melakukan pemadaman listrik secara bergilir karena terbatasnya kapasitas listrik, sehingga selain mengganggu kenyamanan masyarakat, juga menghambat kelancaran aktivitas para pengusaha setempat.
Terbatasnya kapasitas listrik PLN mengakibatkan sejumlah perusahaan tambang di wilayah Halmahera sampai sekarang belum merealisasikan pembangunan industri pengolahan hasil tambang.
Perusahaan perikanan yang telah menyatakan minat untuk membangun industri pengolahan ikan di sejumlah wilayah di Halmahera, hingga kini juga belum merealisasikan usaha karena terbatasnya listrik.
"Kalau PLTPB Jailolo tersebut sudah beroprasi, kebutuhan listrik untuk pembangunan industri pengolahan hasil tambang dan perikanan itu akan terpenuhi. Jadi mereka pada 2014 sudah bisa membangun industri pengolahan tambang dan perikanan," katanya.
Di Provinsi Maluku Utara ada lima lokasi potensi panas bumi yang bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik, namun yang dimanfaatkan baru satu lokasi yakni di Jailolo. Untuk itu masih terbuka peluang bagi masuknya perusahaan untuk menggarap empat lokasi potensi panas bumi lainnya di daerah itu.
Di Maluku Utara juga terdapat potensi sumber energi listrik lainnya yakni batu bara dan sungai. Sejumlah sungai besar di Malut, di antaranya sungai mongoli di Kabupaten Kepulauan Sula sudah dijajaki investor untuk dimanfaatkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
(rs/RS/ant)
|