VIBIZPORTAL.COM   Dailynews   Financial   Regional   Management   ICT   Shopping   Lifestyle   Fashion   Jobs & Career   Forum
Pusat Informasi Potensi Daerah Indonesia - Pariwisata & Investasi Usaha Search
Home
Harga Cabai Rawit di Jayapura Stabil
Rabu, 10 Maret 2010

(Berita Daerah - Papua) - Harga cabai rawit merah di beberapa pasar tradisional di Kota Jayapura dalam dua pekan terakkhir masih relatif stabil seperti harga beberapa hari sebelumnya Rp37.500 per kilogram (kg).

"Harga cabai rawit merah tetap sama dengan beberapa hari lalu karena permintaan agak menurun setelah sebelumnya naik ," kata Ny. Agnes, pedagang sayuran di pasar Papua Trade Center (PTC) Entrop, di Jayapura, Rabu.

Dia menyatakan hanya menyiapkan stok secukupnya mengingat cabai rawit merah tidak tahan lama, apalagi harganya meski bertahan tetapi masih relatif mahal.

"Sama seperti cabai rawit merah, harga berbagai jenis sayuran juga stabil, antara lain harga cabai merah besar Rp38.000 per kg, cabai merah besar keriting Rp30.000 perkg dan cabai rawit hijau bertahan Rp20.000 perkg," katanya.

Harga kembang kol tetap Rp30.000 perkg , brokoli Rp20.000 perkg, kubis bertahan Rp10.500 perkg, wortel kecil Rp15.000 perkg, wortel besar Rp28.000 perkg, dan tomat Rp12.000 perkg.

Sementara itu, pedagang lain di pasar induk Youtefa distrik Abepura, Hasnah mengatakan harga sebagian sayuran dalam beberapa hari terakhir memang masih stabil.

Harga kentang besar Rp.10.000 perkg dan kentang kecil Rp5.000 perkg, sedangkan harga tomat bertahan Rp12.000 per kg dan kembang kol tetap Rp30.000 per kg.

Selain itu, kata dia, harga sawi putih masih bertahan Rp5.000 per ikat, daun kemangi Rp1000 per ikat, bayam Rp4.500 per ikat dan buncis Rp6.000 perkg.

Menurut dia, pasokan barang dagangan ke pasar induk ini cukup lancar karena tidak hanya didatangkan dari satu tempat, tetapi juga dari berbagai daerah sehingga stok selalu tersedia dan tidak sampai kosong.

"Namun demikian, karena sifat komoditi sayuran tidak tahan lama, maka rata-rata pedagang tidak memiliki stok berlimpah. Yang penting ada kepastian jika habis bisa langsung dipasok kembali," kata Hasnah.

(rs/RS/ant)

advertisement