VIBIZPORTAL.COM   Dailynews   Financial   Regional   Management   ICT   Shopping   Lifestyle   Fashion   Jobs & Career   Forum
Pusat Informasi Potensi Daerah Indonesia - Pariwisata & Investasi Usaha Search
Home
BULOG Tunggu Rekomendasi Gubernur Untuk OP
Senin, 8 Februari 2010

(Berita Daerah- Sulawesi) - Bulog Sulawesi Tengah saat ini tinggal menunggu rekomendasi gubernur untuk mendukung kegiatan operasi pasar (OP) mengatasi gejolak harga beras di pasaran yang kini mulai meresahkan masyarakat.

Kepala Pelayanan Publik Perum Bulog Sulteng, M Makkeng Ali di Palu, Senin mengatakan, sesuai mekanisme dan aturan untuk pelaksanaan OP di daerah-daerah harus mendapat rekomendasi gubernur.

"Kami pada prinsipnya siap melaksanakan OP setelah mendapat rekomendasi dari gubernur," katanya seraya menambahkan, selagi belum mendapat rekomendasi dari gubernur, pihaknya tidak berani menggelar OP.

"Ini sudah merupakan aturan main dan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Soal stok, Bulog saat ini masih memiliki cadangan beras di gudang mencapai 8.531 ton, cukup untuk menalangi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan.

Stok tersebut, sudah termasuk mendukung kegiatan OP jika hal itu harus dilakukan dalam rangka menekan gejolak harga beras yang terjadi di pasaran. Kenaikan ini antara lain merupakan dampak dari belum adanya panen sehingga arus pasok beras dari sentra-sentra produksi ke pasar-pasar tradisional berkurang.

Ia juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan tim terpadu Pemprov Sulteng, termasuk kemungkinan dalam waktu dekat menggelar OP.

Tim terpadu saat ini sedang menyusun HET (Harga Eceran Tertinggi) beras OP. "Kita tunggu saja. Jika HET sudah ada dan rekomendasi gubernur sudah ada, kami langsung melaksanakan OP," ujarnya.

Walikota Palu, Rusdy Mastura mengatakan, beberapa hari lalu telah meminta kepada Bulog untuk segera melaksanakan OP, mengingat harga beras di tingkat pengecer terus bergerak naik.

Namun permintaan tersebut belum dapat dilakukan, sebab masih harus mendapat rekomendasi terlebih dahulu dari gubernur.

Menurutnya, naiknya harga beras di pasar-pasar, selain belum ada penen, juga dampak dari kebijakan pemerintah yang telah menaikkan HPP beras 2010 dari Rp4.600 menjadi Rp5.060 per kg.

Kenaikan HPP pembelian Bulog kepada petani langsung mempengaruhi harga beras di tingkat produsen dan pengusaha penggilingan padi naik.

"Karena harga beras di tingkat petani dan pengusaha penggilingan padi naik, otomatis harga di pengecer ikut naik," katanya.

Harga beras medium di pasaran saat ini berkisar Rp5.800 sampai Rp6.500/kg, dan beras premium (kualitas terbaik) mencxapai Rp7.000/kg.

(if/IF/ant)

advertisement